Selain Osteoporosis, Ada Osteopenia Yang Patut Kamu Waspadai

Selasa, 2 November 2020
Selain Osteoporosis, Ada Osteopenia Yang Patut Kamu Waspadai

Kebanyakan orang tidak akan tahu mereka memiliki tulang yang lemah sampai mereka mengalami patah tulang dan dokter mendiagnosisnya. Jika kamu mengalami patah tulang hanya karena terpeleset, kemungkinan kamu memiliki tanda tulang lemah. Kondisi ini biasanya di dalam medis disebut dengan osteopenia.

Osteopenia adalah kondisi tulang lemah sebelum seseorang mengalami osteoporosis. Menurut National Osteoporosis Foundation seseorang yang memiliki osteopenia memiliki risiko lebih besar untuk mengalami osteoporosis. 

Pada fase ini, tulang mulai kehilangan kepadatan mineralnya. DI fase ini sebenarnya kamu masih bisa melihat tanda tulang lemah sebelum tulang benar-benar keropos. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala tulang yang mulai rapuh yang perlu kamu ketahui.

  1. Tulang-tulang kecil yang mudah mengalami cedera

    Salah satu tanda bahwa kamu mengalami osteopenia adalah jika kamu mengalami patah tulang kecil seperti jari kaki dan jari tangan berulang kali. Pada keadaan normal, tulang-tulang kecil sangat jarang mengalami cedera karena tulang-tulang ini tidak menahan beban berat. Namun ketika kamu mengalami osteopenia, maka tulang-tulang kecil akan lebih mudah patah. 
     
  2. Sering merasakan kram, nyeri otot, dan nyeri tulang

    Menurut para ahli kesehatan, kekurangan vitamin D sangat berkaitan dengan nyeri otot yang seseorang rasakan. Tidak hanya nyeri otot dan nyeri tulang, kamu juga harus memperhatikan rasa kram yang sering kamu rasakan. 

    Kram kaki yang terjadi di malam hari bisa menjadi tanda bahwa kadar kalsium, magnesium, dan kalium di darah turun sangat rendah di malam hari. Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus kamu harus mempertimbangkan memeriksakan diri ke dokter tulang.
     
  3. Kuku rapuh

    Kuku jari biasanya merupakan salah satu tanda paling awal dari masalah kesehatan, begitu pula jika kamu mengalami osteopenia. Orang dengan osteopenia mungkin akan mendapati bahwa kuku mereka lebih rapuh dari biasanya. 

    Jika kuku kamu mudah rapuh, namun kamu tidak memiliki kondisi medis apapun, bisa jadi ini adalah tanda tulang lemah yang mulai kamu rasakan.
     
  4. Penyakit periodontal

    Tanda awal lain bahwa kamu mengalami osteopenia yang memburuk adalah penyakit periodontal atau radang gusi akibat infeksi kronis. Kerusakan tulang di rahang dan mulut akibat berkurangnya kepadatan tulang rahang dapat mengubah struktur gusi, dan membuatnya lebih rentan terhadap penyakit periodontal.
     
  5. Postur tubuh yang membungkuk

    Postur tubuh yang membungkuk bisa jadi tanda kepadatan tulang berkurang. Perubahan ini disebabkan karena kompresi tulang belakang yang terjadi akibat struktur tulang belakang yang menjadi rapuh dan mulai mengalami pengikisan.

    Perubahan postur yang disebabkan oleh osteopenia juga dapat membuat seseorang tampak lebih pendek.
     
  6. Berkurangnya kekuatan

    Seiring bertambahnya usia, salah satu cara untuk menjaga risiko patah tulang adalah dengan mencegah jatuh. Oleh karena itu, keseimbangan yang baik, kekuatan otot secara keseluruhan, dan kemampuan kamu dalam mengangkat benda menjadi sangat penting.

    Dalam sebuah penelitian terbaru mengenai wanita pascamenopause, kekuatan tangan adalah uji fisik yang bisa digunakan yang berkaitan dengan kepadatan mineral tulang. Jika kamu mulai merasa kemampuan dalam menjinjing atau membawa sesuatu mulai berkurang, kamu bisa memulai olahraga yang sesuai untuk meningkatkan kekuatan tulang.

 

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Osteopenia?

Seiring bertambahnya usia, tulang akan mengalami demineralisasi yang membuat tulang menjadi lebih rapuh. Kamu dapat memperlambat prosesnya dengan cara :

  1. Mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup
  2. Tidak merokok
  3. Tidak minum alkohol
  4. Tidak menggunakan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan antikonvulsan
  5. Rajin berolahraga (setidaknya 30 menit setiap hari)
  6. Konsumsi Konilife Bone
     

Mengapa Konilife Bone?

Konilife Bone hadir dengan kandungan kalsium organik (Calcium Algae) yang organik dan alami sehingga dapat diserap tubuh secara optimal. Konilife Bone bermanfaat membantu mengoptimalkan pertumbuhan tulang sejak usia dini (anak-anak dan remaja) agar terhindar dari osteoporosis di kemudian hari.

Konilife Bone juga membantu memperlambat perkembangan osteoporosis serta membantu proses pembentukan tulang yang patah atau retak (akibat kecelakaan). Minum Konilife Bone 2 kaplet per hari atau sesuai anjuran dokter untuk hasil yang terbaik. 
 

 

Sumber:

https://www.honestdocs.id/6-tanda-tulang-anda-lemah-(dan-cara-mengatasinya)

https://www.healthline.com/health/osteoporosis#pictures

https://medlineplus.gov/osteoporosis.html

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-muskuloskeletal/osteoporosis/tanda-tulang-lemah-dan-cara-mengatasinya/


Produk Terkait


Artikel Lainnya

Hubungi Customer Services headset_mic