Mitos Seputar Osteoarthritis, Mana yang Sering Kamu Dengar?

Rabu, 3 September 2020
Mitos Seputar Osteoarthritis, Mana yang Sering Kamu Dengar?

Osteoarthritis lebih dikenal dengan nama nyeri sendi. Penyakit ini disebabkan oleh melunak dan menipisnya tulang rawan yang melapisi ujung tulang persendian. Menurut data Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penderita penyakit sendi terus meningkat jumlahnya.  Pada tahun 2012, Kementerian Kesehatan mencatat sekitar lebih dari 11,5% orang Indonesia yang menderita osteoarthritis .

Ada beragam faktor yang membuat resiko seseorang terkena osteoarthritis meningkat. Beberapa di antaranya yaitu pernah mengalami cedera di sendi, menderita penyakit yang membuat tulang rawan rusak, terkena infeksi, penyakit diabetes, juga faktor keturunan.

Gejala Osteoarthritis

Penderita osteoarthritis biasanya mengalami nyeri pada sendi. Namun, rasa sakitnya tidak spesifik. Kadang-kadang penderita merasakan nyeri saat berjalan atau ketika sedang duduk. Penderita osteoarthritis juga sering mengalami sendi kaku setelah duduk atau berada dalam satu posisi dalam waktu yang lama.

Gejala lain yang sering dialami yaitu bengkak pada sendi. Namun, pembengkakan ini tidak permanen sehingga kadang ketika penderita berjalan bengkaknya kempes. Tapi, sendi kembali bengkak saat penderita diam atau tidak melakukan aktivitas apa pun.

Mitos Seputar Osteoarthritis

Kadang, karena kurangnya informasi, banyak mitos tentang suatu penyakit berkembang di masyarakat. Penyakit osteoarthritis pun tidak lepas dari mitos. Apa saja mitos yang perlu kamu ketahui soal osteoarthritis? Berikut penjelasannya.

1. Sendi sakit disebabkan oleh asam urat

Selama ini, banyak yang mengira bahwa sakit sendi disebabkan oleh asam urat meningkat. Padahal, penyakit ini tidak selalu disebabkan oleh tingginya kadar asam urat. Nyeri di sendi bisa juga disebabkan oleh osteoarthritis

2. Osteoarthritis hanya menyerang orang tua

Kasus osteoarthritis memang banyak ditemukan pada orang lanjut usia. Namun, ternyata orang berusia muda pun bisa terkena penyakit ini. Bahkan, dua per tiga penderita arthritis berumur di bawah 65 tahun. Anak-anak pun tidak terbebas dari risiko penyakit ini.

3. Osteoarthritis disebabkan oleh terlalu banyak makan sayur dan kacang

Faktanya, sayuran hijau seperti bayam, kangkung, atau sawi tidak menyebabkan osteoarthritis. Orang kerap tertukar dengan penyakit lain yang bisa kambuh karena makanan yakni penyakit asam urat. Asam urat bisa naik karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi purin seperti sayuran hijau, jeroan, kerang, daging merah, dan kacang-kacangan. Berbeda dengan osteoarthritis yang tidak terjadi karena terlalu banyak konsumsi purin.

4. Membunyikan sendi membuat orang rentan terkena osteoarthritis

Aktivitas membunyikan sendi biasanya dilakukan saat seseorang merasa sendinya kaku atau pegal. Banyak yang mengira bahwa aktivitas ini berbahaya bagi sendi dan bisa menyebabkan osteoarthritis. Kenyataannya, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa sering membunyikan sendi dapat menyebabkan penyakit rematik. Tapi, apabila kamu merasa nyeri saat membunyikan sendi, segera periksakan karena kondisi ini bisa menjadi pertanda terdapat kelainan pada sendi. Lebih baik jika kamu bisa meninggalkan kebiasaan ini karena menurut Harvard Medical School, tindakan ini bisa membuat kekuatan genggaman jadi berkurang.

5. Osteoarthritis adalah penyakit perempuan

Menurut data, pengidap osteoarthritis memang kebanyakan perempuan. Jumlah pengidap osteoarthritis sekitar 53% perempuan dan 37% laki-laki. Jadi, penyakit sendi tidak hanya dialami oleh wanita. Laki-laki pun bisa terkena osteoarthritis. Karena itu, apapun jenis kelaminmu, kamu harus selalu waspada dan tidak meremehkan penyakit ini.

6. Osteoarthritis tidak berbahaya

Penyakit osteoarthritis memang bukan penyakit menular. Namun, penyakit ini tidak bisa dianggap enteng. Jika dibiarkan saja, penderita bahkan bisa mengalami kecacatan dalam artian kehilangan fungsi bagian tubuh tertentu. Sendi yang tidak bekerja dengan baik dan selalu sakit tentu amat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup. Penderita bahkan bisa mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, naik tangga, dan bekerja.

7. Osteoarthritis hanya menyerang lutut

Bertentangan dengan kepercayaan masyarakat umum, penyakit  ini ternyata bisa menyerang bagian sendi mana pun. Bahu, tangan, kaki dapat terkena meskipun memang osteoarthritis banyak terjadi pada lutut.

Agar terhindar dari osteoarthritis, tinggalkan gaya hidup sedentari. Aktiflah bergerak dengan rutin berolahraga ringan setiap hari. Kamu juga bisa bantu sehatkan sendi dengan Konilife Ostegard.

Konilife Ostegard mengandung glucosamine, chondroitin SO4, vitamin C, magnesium, zinc, dan manganese.  Glucosamine dan chondroitin SO4 penting untuk sendi dan tendon serta merupakan komponen pembentuk tulang rawan. Vitamin C dapat menunjang produksi kolagen yang berperan pada pembentukan sendi dan tulang serta membantu meredakan peradangan.

Magnesium membantu tubuh menyerap kalsium serta menguatkan tulang. Zinc memproduksi kolagen dan alkali fosfatase (ALP) yang penting untuk pembentukan tulang dan menghambat kerusakan tulang. Manganese bermanfaat untuk menunjang produksi kolagen yang berperan pada pembentukan sendi dan tulang.

Konilife Ostegard akan melindungi sendi dari kerusakan tulang muda dan cairan sendi sehingga kamu bisa bebas bergerak dan beraktivitas dengan lancar.

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151103201424-255-89270/waspada-nyeri-sendi-yang-tak-bisa-sembuh

https://gaya.tempo.co/read/1253935/mitos-seputar-radang-sendi-cek-faktanya

https://doktersehat.com/mitos-dan-fakta-yang-harus-anda-ketahui-mengenai-penyakit-sendi/

 

Produk terkait:

Konilife Bone

Konilife Imunea

Konilife O369


Artikel Lainnya

Hubungi Customer Services headset_mic