Kenali Tanda-Tanda Kanker Yang Patut Diwaspadai

Selasa, 2 November 2020
Kenali Tanda-Tanda Kanker Yang Patut Diwaspadai

Jika mendengar penyakit kanker pasti yang ada di pikiran kita adalah penyakit yang mematikan. Menurut data International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2018, hampir 10 juta orang (9,6 juta) meninggal akibat kanker. Hal ini membuat kanker menjadi penyakit nomor dua mematikan setelah penyakit kardiovaskular. 

Dari beberapa penyebab kanker, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas dapat meningkatkan risiko kanker. Radikal bebas adalah suatu atom yang bentuknya tidak sempurna, kehilangan molekul di bagian terluar, sehingga menyebabkan atom tersebut bisa mengikat atom lainnya atau bahkan malah kehilangan seluruh bagian atom.

Tubuh terdiri dari berjuta-juta sel, dan di masing-masing sel terdapat banyak molekul yang membangunnya. Setiap molekul ini berperan dalam segala fungsi sel yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Ketika sesuatu hal membuat molekul tersebut rusak, maka fungsi tubuh keseluruhan juga akan terganggu.

 

Antioksidan vs Radikal Bebas

Antioksidan adalah bahan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas. Radikal bebas dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh dan bisa diperoleh dari luar tubuh. 

Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan radikal bebas dari luar tubuh misalnya dari polusi, asap rokok dan radiasi. Radikal bebas yang tidak dapat ditangani tubuh dapat menjadi pemicu berbagai penyakit kronis, seperti kanker.

 

Tanda Dan Gejala Kanker Yang Paling Umum

Walaupun gejala kanker yang muncul pada seseorang akan sesuai dengan jenis kanker yang dialaminya. Namun, secara umum berikut tanda dan gejala kanker pada pria dan wanita:

  1. Adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa pada tubuh

    Baik pria maupun wanita harus tanggap, ketika terdapat benjolan yang tidak biasa di bagian tubuh seperti misalnya pada testis atau payudara. Selain itu, benjolan persisten atau bengkak di bagian lain dari tubuh juga harus ditanggapi dengan serius. contohnya benjolan dan pembengkakan di leher, ketiak, perut, pangkal paha atau daerah dada. 

    Jika benjolan tersebut berlangsung selama tiga minggu atau lebih, maka penting sekali untuk memeriksakannya. Benjolan biasanya bersifat padat, keras, muncul semakin lama semakin besar dalam jangka waktu yang lama dan tidak nyeri.
     
  2. Tahi lalat yang berubah bentuk, warna, dan ukurannya

    Tahi lalat yang tidak bertambah besar atau berubah warna dalam waktu yang cepat (minggu ke bulan misalnya) maka tidak masalah. Akan tetapi jika tahi lalat lama maupun tahi lalat yang baru tumbuh menjadi sangat cepat melebar, atau berubah bentuk dan warnanya maka harus diwaspadai dengan cara memeriksakannya ke dokter.
     
  3. Sariawan (ulkus) pada mulut atau lidah lebih dari 3 minggu

    Mungkin banyak yang mengalami sariawan pada mulut atau lidah, dan biasanya itu adalah sesuatu yang tidak mengkhawatirkan atau berbahaya. Secara normal lapisan mulut akan memperbaharui dirinya setiap dua minggu atau lebih, oleh karena itu sariawan biasa tidak akan lebih lama dari waktu tersebut. 

    Akan tetapi jika sariawan tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu lebih dari tiga minggu, maka kamu bisa memeriksakan diri ke dokter.
     
  4. Batuk atau suara parau (serak) lebih dari 3 minggu

    Batuk dan suara parau merupakan gejala yang sering menyertai pilek atau flu. Batuk dan suara serak biasanya akan mereda setelah seminggu atau lebih dan biasanya bukan sesuatu yang serius. 

    Akan tetapi jika batuk dan suara serak bertahan selama lebih dari tiga minggu, dan jika mengalami batuk berdarah, atau jika batuk malah semakin memburuk, kamu harus periksa ke dokter. 
     
  5. Rasa sakit pada bagian tubuh tertentu

    Nyeri berlebihan atau berkepanjangan dapat menjadi pertanda adanya kanker pada bagian tubuh tertentu. Misalnya sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya tumor pada otak, dan nyeri punggung dapat menandakan kanker ovarium, kanker usus atau kanker dubur.

 

Penuhi Kebutuhan Antioksidan dengan Konilife Oxi

Gaya hidup yang tidak sehat dan tingkat polusi yang tinggi bisa menyebabkan tubuh terpapar radikal bebas yang dalam beberapa kasus bisa berujung pada kanker. Jika seperti itu maka kamu perlu asupan antioksidan, terutama jika hidup di lingkungan dengan tingkat polusi yang lebih tinggi.

Beban oksidatif tubuh di lingkungan semacam itu jauh lebih tinggi dibandingkan di tempat dengan tingkat polusi rendah. Tubuh tidak dapat memproduksi antioksidan secara alami sesuai kebutuhan. Karenanya, kamu perlu mengonsumsi cukup makanan dengan kandungan antioksidan tinggi setiap hari, untuk memerangi radikal bebas.

Untuk melengkapinya kamu bisa konsumsi Konilife Oxi dari Konimex. Konilife Oxi mengandung Grape Seed Extract yang memberikan kekuatan antioksidan alami yang efektif menangkal radikal bebas dan memelihara daya tahan tubuh.

 

 

Sumber:

https://voi.id/memori/2454/hari-kanker-sedunia-perjuangan-melawan-penyakit-mematikan-nomor-dua-di-dunia

https://www.honestdocs.id/tanda-dan-gejala-kanker

https://www.alodokter.com/setidaknya-ada-15-gejala-kanker-yang-harus-diwaspadai

https://www.alodokter.com/antioksidan-sebagai-senjata-melawan-radikal-bebas

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/radikal-bebas-penyebab-kanker-alami/


Produk Terkait


Artikel Lainnya

Hubungi Customer Services headset_mic