Hubungan Depresi Dan Gangguan Fungsi Otak

Rabu, 3 September 2020
Hubungan Depresi Dan Gangguan Fungsi Otak

Di jaman modern dimana semuanya serba cepat dan serba teknologi seperti saat ini, disadari atau tidak, banyak orang rentan terkena depresi. Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Semua orang pasti pernah merasa sedih atau murung sesekali, hal tersebut normal. Namun seseorang dinyatakan mengalami depresi, jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga.

Depresi lebih banyak terjadi pada wanita, sebab wanita memiliki sifat lebih perasa dan lebih sering mengalami perubahan hormon, misalnya saat menstruasi atau hamil. Namun pria pun bisa mengalami depresi, misalnya baby blues pada ayah. Kasus depresi bisa berkembang lebih buruk jika tidak ditangani dengan tepat. Penanganannya sendiri membutuhkan waktu yang lama dengan obat-obatan dan psikoterapi.

Mungkin banyak dari kita yang “denial” dan merasa baik-baik saja, padahal bisa jadi mengalami gejala-gejala depresi seperti berikut ini:

  1. Merasa sedih, cemas, atau putus asa
  2. Hilangnya minat dalam kegiatan atau hobi
  3. Memiliki sedikit energi dan perasaan lelah
  4. Merasa gelisah atau mudah tersinggung
  5. Merasa malu, bersalah, tidak berharga, atau tidak berdaya
  6. Kehilangan nafsu makan dan perubahan berat badan yang drastis
  7. Kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak
  8. Mengalami masalah fisik, seperti sakit kepala, sakit perut, dan sakit punggung

 

Depresi tidak hanya berdampak negatif pada kondisi psikologis atau kesehatan mental, tapi juga dapat merusak otak penderitanya. Sejumlah penelitian kini menemukan bahwa orang yang mengalami depresi rentan mengalami penuaan dini pada otak serta gangguan fungsi otak.

Depresi dan Gangguan Fungsi Otak Menurut Berbagai Penelitian

Depresi telah dikaitkan dengan masalah memori jangka pendek, seperti pelupa atau kebingungan. Depresi juga dapat mempersulit untuk fokus pada pekerjaan atau tugas lainnya, untuk membuat keputusan, atau berpikir jernih.

Para peneliti dalam satu studi 2013 menemukan bahwa orang dengan depresi tidak dapat mengidentifikasi objek pada layar yang identik dengan objek yang mereka lihat sebelumnya. Menurut para peneliti, ini menunjukkan bahwa ingatan dapat berkurang sebagai akibat dari depresi. Peneliti dalam studi 2015 juga menyimpulkan bahwa depresi dapat menyebabkan hilangnya ingatan jangka pendek.

Kehilangan memori akibat depresi biasanya dikelola dengan konseling atau terapi rutin dan antidepresan. Memiliki gaya hidup aktif dan terlibat dalam kegiatan sosial juga dapat meningkatkan suasana hati yang dapat mengurangi kesempatan orang mengalami depresi.

Depresi dan kecemasan juga terkait dengan gangguan tidur, yang dapat memperburuk masalah memori yang ada karena kualitas tidur yang rendah mempengaruhi kemampuan otak untuk fokus dalam menyerap dan mengingat informasi, menurut WebMD.

Untungnya, menurut laporan Allure, kehilangan ingatan yang terkait dengan trauma atau penyakit mental belum tentu permanen dan dapat dikurangi dengan bantuan seorang profesional ahli kesehatan mental.

Pada 2014, para peneliti memeriksa kognisi negatif pada orang yang sebelumnya mengalami depresi dan kelompok yang tidak pernah mengalami depresi. Orang yang sebelumnya mengalami depresi lebih baik dalam mengingat kata sifat negatif dari pilihan kata daripada kelompok yang tidak pernah mengalami depresi.

Sementara para ilmuwan yang melakukan penelitian pada tahun 2007 meneliti peran memori positif dalam pengaturan suasana hati, menemukan bahwa suasana hati orang yang depresi memburuk ketika didorong untuk mengingat kembali kenangan indah. Ketika orang-orang yang sebelumnya mengalami depresi mengingat kembali kenangan indah, suasana hati mereka yang sedih, tidak berubah.

Otak dapat mengungkapkan beberapa petunjuk tentang penahanan depresi terhadap ingatan. Area otak yang berurusan dengan pembelajaran dan memori yaitu hippocampus, sensitif terhadap stres, dan cenderung berukuran lebih kecil pada orang dengan depresi.

Temuan-temuan itu mungkin tidak memberikan gambaran lengkap. Hippocampus kecil tidak menjelaskan komponen emosional dari masalah memori. Terlebih lagi, beberapa orang yang rentan terhadap depresi mungkin memiliki hippocampus yang lebih kecil sebelum mengembangkan penyakit.

 

Konilife Focus Untuk Mempertajam Fokus

Rentannya orang terkena depresi membuat sebagian orang tidak mudah untuk fokus. Untuk membantu mempertajam fokus dan meningkatkan daya ingat, kamu bisa mengkonsumsi suplemen kesehatan Konilife Focus dari Konimex. Di dalam Konilife Focus terdapat Huperzia Serrate yang dapat meningkatkan kemampuan memori. Susunan saraf di otak juga akan terlindungi melalui manfaat dari Cucuma Xanthorriza extract (ekstrak temulawak) dalam Konilife Focus.

 

Sumber:

https://www.healthline.com/health/depression/depression-and-memory-loss#outlook

https://www.vice.com/en_us/article/ywae7k/anxiety-and-depression-are-linked-to-memory-loss

https://www.alodokter.com/efek-depresi-merusak-otak

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/20/180000620/depresi-bisa-sebabkan-gangguan-ingatan?page=all

https://www.brainfacts.org/diseases-and-disorders/mental-health/2019/depressions-impact-on-memory-022119

https://www.alodokter.com/depresi

 

Produk terkait

Konilife Bone

Konilife Oxi

Konilife Livergard


Artikel Lainnya

Hubungi Customer Services headset_mic